Roma 12:2 (TB) “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”
Hari-hari ini kita sedang hidup diakhir zaman dimana Tuhan Yesus akan datang kembali. Dan negeri kita Indonesia harus menghadapi masa-masa yang juga sulit, antara lain (1) Gempa yang terjadi di Nusa Tenggara Timur, (2) Puncak kemarau. Bahkan BMKG mencatat wilayah DKI Jakarta dan Jawa secara umum mengalami puncak musim kemarau pada kurun Juli hingga Agustus 2026, sehingga curah hujan sangat minim dan potensi Hari Tanpa Hujan (HTH) meningkat, (3) Himbauan Kesiapsiagaan: Warga dan pemerintah daerah diimbau untuk mengantisipasi penurunan ketersediaan air bersih, menjaga kesehatan saat beraktivitas di luar ruangan karena paparan terik matahari, serta mewaspadai bahaya kebakaran, (4) Kenaikan harga BBM yang sangat tinggi, (5) Kasus korupsi pejabat-pejabat yang sangat merugikan negara, dan sebagainya.
Dan kita sebagai manusia dianugrahkan kemampuan untuk bisa bertahan dari masa sukar, yaitu kemampuan untuk beradaptasi. Kemampuan beradaptasi manusia adalah kapasitas psikologis, kognitif, dan perilaku untuk menyesuaikan diri secara efektif terhadap perubahan lingkungan, situasi baru, atau tantangan hidup.
Oleh sebab itu ada culture atau budaya sebagai orang percaya yang harus berubah. Iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus juga harus mengalami peningkatan, dari kita memandang DIA sebagai Gembala yang baik, kemudian Bapa yang baik, dan Sahabat yang baik menjadi sebuah Culture atau budaya kehidupan yang memandang atau menjadikan Kristus sebagai Sang Raja Penguasa satu-satunya dalam hidup ini.
Dengan demikian waktu kita memandang Tuhan sebagai Raja kita, maka hidup kita juga tidak bisa hidup sembarangan lagi.
Amsal 25:2 (TB) “Kemuliaan Allah ialah merahasiakan sesuatu, tetapi kemuliaan raja-raja ialah MENYELIDIKI SESUATU.”
“Hidup bukan sekadar mencari kenyamanan dari seorang Sahabat atau Gembala; hidup adalah tentang tunduk total kepada Sang Raja yang takhta-Nya memimpin setiap langkah dan keputusan kita.”
Olah karena itu mari kita cancel culture budaya manusia yang lama menjadi budaya yang baru. Dengan kita hidup di dalam PEMERINTAHAN SANG RAJA DIDALAM KONDISI YANG SUKAR SEKALIPUN.
Ingat! Orang yang mampu Finishing Well adalah mereka yang bisa MENGALAMI PERUBAHAN BUDAYA (CULTURE) dengan dipimpin oleh Pemerintahan Kristus dalam kondisi apapun sampai memiliki hidup yang serupa seperti Kristus.