1. PELAYANAN BISA KEREN DAN CANGGIH, TETAPI KOSONG.
Kata “zonk” sering dipakai untuk menggambarkan sesuatu yang kelihatannya ada isinya, tetapi ternyata kosong. Kelihatannya menjanjikan, tetapi saat dibuka tidak ada apa-apanya. Kelihatannya berhasil, tetapi ternyata tidak menghasilkan sesuatu yang bernilai.
Pelayanan juga bisa seperti itu. Dari luar terlihat sibuk. Ada acara, program, rapat, jadwal, musik, tim, strategi, konten, dan banyak aktivitas. Tapi apakah Kristus sungguh menjadi pusatnya? Sebab pelayanan bisa ramai tetapi kosong, padat tetapi kering, megah tetapi tidak mengubahkan, tampak berhasil di mata manusia.
Hari -hari ini marak sekali dengan mobil listrik yang sangat canggih. Mampu parkir sendiri bahkan menyetir sendiri dengan jarak yang sangat jauh. Tetapi secanggih-canggihnya mobil listrik, akan tetap terasa “kosong” karena tidak ada jiwa di dalamnya. Sama seperti pelayanan, sehebat apapun pelayanan kita, jika tanpa Kristus, maka akan kosong dan tidak ada artinya.
2. TERHUBUNG DENGAN SUMBER KEHIDUPAN
Yohanes 15:5: “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”
Yohanes 15:5 adalah prinsip hidup, fondasi pelayanan, peringatan, dan sekaligus undangan dari Tuhan Yesus. Konteks ayat tersebut adalah ketika para murid akan menghadapi masa yang sulit: tekanan, ketakutan, penganiayaan, dan kebingungan. Kunci menghadapi situasi ini adalah: pokok anggur dan ranting.
Satu hal yang harus kita pahami adalah pelayanan yang sehat mengalir dari hubungan yang sehat dengan Kristus.
3. CARA PRAKTIS BERBUAH LEBAT DAN BERDAMPAK
Ilustrasi Kapal pesiar tanpa belayar. Gereja bisa menjadi kapal pesiar yang memiliki desain yang indah, layar yang besar, awak yang terlatih, dan tujuan yang jelas. Tetapi TIDAK PERNAH BERLAYAR. Demikian juga pelayanan. Kita bisa punya struktur, tim, rencana, jadwal, dan sumber daya. TETAPI TANPA ROH KUDUS, kita tidak pernah melakukan SPIRITUAL JOURNEY.
KESIMPULAN:
Semua kehidupan kekristenan kita dan pelayanan kita, jika tanpa Kristus itu adalah ZONK! Oleh Karena itu mulailah SPIRITUAL JOURNEY dengan:
- Berdoa sebelum bergerak.
- Mendengar sebelum berbicara.
- Mencari kehendak Tuhan sebelum membuat keputusan.
- Mengandalkan kuasa Allah, bukan manipulasi manusia.
- Melayani dengan kerendahan hati, bukan ambisi pribadi.
- Memberi ruang bagi Tuhan bekerja, bukan hanya menjalankan agenda kita.
- Percaya bahwa perubahan hati manusia hanya bisa dikerjakan oleh Tuhan.