1 Petrus 3:8-10 (TB) 

8) Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati,

9) dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. Sebab:

10) “Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik,ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.

Mengapa komunikasi yang sehat itu penting? Karena komunikasi adalah DASAR dari setiap hubungan dan persaudaraan.

Jika Komunikasi kita TIDAK SEHAT, maka mustahil bisa terjadi :

 – Kesatuan hati

 – Saling mengasihi

 – Saling pengertian

Tapi yang ada hanyalah :

– Kesalahpahaman

– Asumsi

-Kecurigaan

Akhirnya terjadi : Perpecahan yang merusak hubungan satu dengan yang lain.

Banyak perkawinan hancur (Terjadi perceraian), factor terbesarnya Adalah alat komunikasinya “Macet”, sehingga tidak nyambung lagi (11 hambatan komunikasi). Begitu pula hal umum bisa terjadi dalam dunia bisnis, organisasi, pelayanan Rohani, dan lain-lain.

Tanpa komunikasi yang sehat, maka Visi Gereja Oikos untuk menjadi pelayan yang luar biasa TIDAK AKAN PERNAH TERCAPAI. Jika kita menginginkan pelayanan yang excellent, maka kita pun HARUS TINGKATKAN standart komunikasi kita menjadi excellent juga.

Dunia melihat gereja Tuhan, bukan lewat cara kita berdoa atau pengetahuan Alkitab, tetapi lewat: Bagaimana komunikasi kita di depan mereka.

1. Ingatlah bahwa kita ini “garam/terang dunia”  (Matius 5:13-16).

2. Kita perlu pendekatan yang tepat dengan mereka, agar kita dapat  

    memenangkan mereka (1 Korintus 9:19-22).

BUKAN BERARTI kita “kompromi” dengan dunia, karena Roma 12:2 berkata Janganlah menjadi serupa dengan dunia ini… Tapi jadilah “jembatan” bagi orang-orang dunia agar mereka dapat mengenal Kasih Allah, sampai mereka “jatuh cinta” dengan Allah melalui komunikasi kita yang sehat. Caranya dengan menjaga perkataan kita terhadap yang jahat dan ucapan-ucapan yang menipu (1 Petrus 3:10).

“Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.” (1 Petrus 3:10)

“Komunikasi kita akan menentukan masa depan kita. Sehingga kita dapat memiliki kehidupan yang menjadi berkat dan kita dapat mengalami damai sejahtera dalam kehidupan kita.”

Dalam Yakobus 3:2-6 ada yang disebut sebagai “ORANG YANG SEMPURNA”, siapakah itu? Yaitu orang YANG TIDAK BERSALAH DALAM PERKATAANNYA. Karena satu kata saja yang “salah” dapat merusak hubungan yang sudah kita bangun bertahun-tahun. Namun sebaliknya, satu perkataan yang baik dan membangun dapat memulihkan, menguatkan, serta membawa damai bagi orang yang mendengarnya.

Efesus 4:29 (TB) “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.”

Ingatlah bahwa komunikasi yang kita bangun dan jaga hari ini akan menentukan masa depan kita.

Yang akan membuat pelayanan yang luar biasa (Excellent) baik di hadapan Allah dan sesama, sehingga Nama Tuhan dimuliakan melalui kehidupan kita.  Filipi 1:20 berkata “Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikian pun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.”

Jadi, mengapa kita perlu belajar tentang Komunikasi Yang Sehat?

1. Supaya persatuan dan kesatuan kita dapat tercapai dengan sinergi.

2. Supaya pelayanan kita benar-benar excellent, dan itu berkenan kepada Tuhan.

3. Supaya kesaksian kita bisa memberkati bagi dunia ini.

4. Supaya kita dan seluruh gereja dapat hidup dalam berkat dan kedamaian.

“Komunikasi yang sehat bukan sekedar keterampilan kita untuk berbicara, tetapi sikap kita yang mencerminkan karakter Kristus.”