Sikap dalam pelayanan itu yang terpenting dan sangat mendasar adalah sikap pelayanan yang tidak pamrih. Sikap Pelayanan sejati itu lahir dari kasih karunia Allah, artinya itu kita melayani karena kita sudah dikasihi Allah sepenuhnya dengan melimpah ruah dan kita berorientasinya untuk kemuliaan Tuhan, bukan cari pujian dari manusia. Halleluyah!!
Lukas 6:33 (TB) “Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun berbuat demikian.”
Ayat yang kita baca tersebut mengajarkan bahwa mengasihi atau berbuat baik hanya kepada mereka yang membalas kebaikan kita adalah hal yang lumrah dan dilakukan oleh semua orang. Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk memiliki kasih yang tanpa syarat dan berbuat baik tanpa mengharapkan balasan alias tidak pamrih.
Berbuat baik kepada orang yang baik kepada kita adalah hukum timbal balik biasa yang juga dilakukan oleh orang yang tidak mengenal Tuhan (orang berdosa).
Tuhan Yesus menuntut kualitas kasih yang lebih tinggi, yakni meneladani kasih Allah sendiri. Allah berbaik hati bahkan kepada orang yang jahat dan tidak tahu berterima kasih.
Kolose 3:23 (TB) Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
Ketika kita bermurah hati tanpa mengharapkan imbalan atau balasan, kita membuktikan identitas kita sebagai anak-anak Allah dan diberikan upah yang besar di sorga. Sikap pelayanan yang tidak pamrih itu berpusat pada teladan Yesus Kristus, yang datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya.
Markus 10:45 (TB) “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
Ada Tiga Pilar Pelayanan Tidak Pamrih :
1. Fokus pada Kristus, Bukan Pujian Manusia.
Masalahnya seringkali kita terjebak melayani untuk mencari pengakuan, jabatan, atau sekadar ucapan terima kasih. Jika pujian menjadi motivasi, kita akan mudah kecewa, pahit hati, dan berhenti melayani saat jerih payah kita tidak diperhatikan orang lain.
Kebenaran yang harus kita percayai yaitu Pelayanan tanpa pamrih adalah pelayanan yang tidak menuntut balasan. Ingat bahwa penonton utama dalam pelayanan kita adalah Tuhan sendiri. Apa pun yang kita kerjakan, lakukanlah untuk Tuhan, bukan untuk manusia.
2. Melayani dari Kelimpahan Kasih (Bukan Kekurangan Kasih).
Teladan kita saat Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya (Yohanes 13). Yesus tidak melakukannya untuk mencari popularitas, tetapi karena Dia sangat mengasihi mereka.
Penerapannya bagi kita adalah kita tidak bisa melayani dengan tulus jika hati kita kosong atau haus validasi/pengakuan. Pelayanan tidak pamrih itu lahir dari overflow (kelimpahan kasih Allah). Saat kita menyadari betapa besarnya kasih Allah yang sudah menyelamatkan kita, maka kita melayani itu menjadi sebuah respons syukur dan wujud kasih kita kepada Allah.
3. Rela Berkorban dan Menyangkal Diri.
Definisi Pamrih adalah Mengharapkan imbalan berupa materi, pujian, atau status.
Kita ini berkarakter Kristus, salah satunya adalah Sikap pelayanan yang tidak pamrih yaitu menuntut kerelaan kita untuk berkorban waktu, tenaga, bahkan kenyamanan diri kita sendiri demi kepentingan orang lain. Ingatlah bahwa Tuhan yang melihat perbuatan dan karakter kita yang tersembunyi itu akan memberikan upah-Nya kepada kita.
Cara untuk menumbuhkan sikap melayani tanpa pamrih :
1. Evaluasi Motivasi terus menerus.
Selalu periksa hati kita sebelum melayani. Tanyakan: Apakah saya akan tetap melayani jika tidak ada yang melihat atau berterima kasih?
2. Lakukan Kebaikan dalam Rahasia.
Latihlah diri kita untuk melakukan kebaikan tanpa perlu diketahui atau dipamerkan kepada orang lain.
3. Melayani dengan Penuh Sukacita Tanpa Beban.
Jadikan setiap kesempatan melayani (baik di gereja, keluarga, pekerjaan dan maupun di masyarakat) sebagai kehormatan yang Tuhan berikan, bukan sebagai beban hidup.
KESIMPULAN :
Sikap dalam melayani itu yang terpenting dan sangat mendasar itu adalah tidak pamrih.
Oleh karena itu tumbuhkanlah sikap melayani tanpa pamrih itu dengan cara :
1. Evaluasi Motivasi terus menerus.
2. Lakukan Kebaikan dalam Rahasia.
3. Melayani dengan Penuh Sukacita Tanpa Beban.