Roma 12:15 (TB) “Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!”
Kata “RESPONSIF” bermula dari bahasa Latin yaitu Respondere yang artinya MENJAWAB / Berjanji Memberi Jawab. Sedangkan kata “EMPATI” berasal dari bahasa Yunani yaitu Empatheia, yang merupakan Gabungan kata dari En (Kedalam) & Pathos (Perasaan).
Jadi ada ungkapan baru yaitu “RESPATI” singkatan dari RESponsif dan emPATI. Dengan menjadi pribadi yang Respati berarti kita menjadi seseorang yang menjadi jawaban bagi permasalah orang lain atas dasar hati yang merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain.
RESPONSIF dan EMPATI juga sebagai TANDA bahwa kita adalah orang Beriman. Yakobus 2:15-17 berkata “(15) Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari, (16) dan seorang dari antara kamu berkata: “Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!”, tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu? (17) Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.”
Kita perlu berhati-hati dengan orang yang “NATO” No Action, Talk Only!
1 Yohanes 3:18 (TB) “Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.”
Perlu kita pahami yesus datang kedunia untuk menunjukkan empati dan responsif-Nya terhadap kita. DIA menjadi manusia agar kita tahu bahwa DIA juga merasakan apa yang kita rasakan. DIA Allah yang IMANEN (Dekat), bukan Allah yang TRANSENDEN (Jauh).
Responsif BUKAN SEKEDAR ekspresif. Dan empati juga bukan hanya simpati.
Responsif dan empati menandakan kita adalah gereja yang alkitabiah. Kisah Para Rasul 2:44-46 berkata “(44) Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, (45) dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. (46) Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,”
Oleh sebab itu kita juga perlu berhati-hati, karena banyak sekarang komunitas duniawi yang bekedok gereja. Mereka berkumpul tetapi tidak saling tahu. Sama seperti banyak pelanggan di restoran namun tidak saling mengenal. Seperti menonton bioskop yang fokus kepada 1 layar, tetapi tidak saling mengetahui dan memahami, bahkan cenderung tidak mau tahu orang di sekitarnya.
KESIMPULAN:
Orientasi kita dalam mengikuti dan melayani Tuhan itu perlu tindakan Responsif dan penuh Empati dengan memahami yaitu :
1. Responsif dan Empati itu sebagai Tanda Orang Beriman.
2. Responsif dan Empati menandakan kita adalah Gereja yang Alkitabiah.