Kita hidup di dunia yang menawarkan banyak hal menarik: kekayaan, nama yang terkenal, menjadi viral, tren, pengalaman, produk, dan pengakuan. Masalahnya bukan bahwa semua hal menarik itu selalu salah. Bahayanya muncul ketika sesuatu yang sementara, menjadi hal yang paling penting dalam hidup kita. Tanpa disadari, seseorang dapat menghabiskan seluruh hidup untuk mengejar sesuatu yang suatu hari bisa hilang.

1 Yohanes 2:16-17 (TB) “Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.”

Apa yang sedang saya kejar? Sesuatu yang sedang ramai, atau sesuatu yang akan tetap tinggal tetap?

1. HYPE MEMBUAT YANG SEMENTARA TERASA SANGAT PENTING.

Banyak orang di zaman ini mengejar apa yang sedang “hype” karena hype menciptakan rasa bahwa kita harus ikut sekarang juga.

Apa yang terjadi secara psikologis?

FOMO (Fear of Missing Out): rasa takut ketinggalan tren, pengalaman, produk, atau percakapan yang sedang ramai. Sesuatu terasa lebih bernilai hanya karena semua orang membicarakannya.

Social proof: kita cenderung menganggap sesuatu lebih bernilai ketika banyak orang menyukainya. Pertanyaan kita bergeser dari “Apakah ini benar-benar baik?” menjadi “Apakah orang lain juga menginginkannya?”

Hedonic adaptation: sering kali mengejar sesuatu terasa lebih menyenangkan daripada setelah memilikinya. Sesudah didapat, sensasinya cepat turun dan kita mulai mencari hal berikutnya.

External validation: nilai diri mulai terasa ditentukan oleh apakah kita terlihat up to date, memiliki barang tertentu, berada di tempat tertentu, atau mendapat pengakuan orang lain.

HYPE SELALU MEMBUTUHKAN HYPE BERIKUTNYA.

2. KEINGINAN TIDAK PERNAH BERKATA: “CUKUP”.

Hype bekerja melalui keinginan. Tetapi keinginan mata dan keinginan daging tidak pernah benar-benar puas. Kalau tujuan hidup kita adalah terus mendapatkan hal baru, maka garis akhirnya akan selalu berpindah.

Pengkhotbah 1:8-11 (TB) “Segala sesuatu menjemukan… mata tidak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar… tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari.”

Apa yang hari ini terasa baru, besok dapat menjadi biasa. Apa yang hari ini membuat orang kagum, suatu hari akan dilupakan. JANGAN BANGUN IDENTITAS DI ATAS SESUATU YANG SELALU BERUBAH.

3. SETIAP HIDUP MEMILIKI GARIS FINISH.

Ada satu kenyataan yang sering kita lupakan ketika sibuk mengejar dunia: suatu hari perjalanan hidup kita akan selesai. Kita tidak tahu kapan waktunya. Karena itu pertanyaan terpenting bukan hanya “Apa yang bisa saya dapatkan?”, tetapi “Apa yang akan tetap berarti ketika semuanya selesai?”

Filipi 1:21 “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.”

“Bagi anak Tuhan, garis finish bukan alasan untuk hidup dalam ketakutan. Garis finish justru menolong kita menentukan apa yang layak dikejar hari ini.“

1 Yohanes 2:17 memberi kontras yang jelas: dunia dan keinginannya lenyap, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap selama-lamanya.

LEGACY DIMULAI KETIKA KITA HIDUP HARI INI DENGAN KESADARAN BAHWA TIDAK SEMUA YANG RAMAI AKAN TETAP TINGGAL.

Untuk bisa menyelesaikan perkara kekal dengan Finishing Well dibutuhkan fokus kepada hal yang kekal juga (Legacy of GOD), BUKAN keinginan duniawi (Hype) yang sementara dan fana.

Oleh karena itu milikilah gaya hidup Legacy Over Hype dengan menyadari hal-hal berikut: 

1. Hype membuat yang sementara terasa sangat penting.

2. Keinginan tidak pernah berkata: “cukup”.

3. Setiap hidup memiliki garis finish.