Yohanes 15:16
“Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilihkamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.“
Sebelum Injil Menjadi Good News (Kabar Baik), maka Si Pembawa Kabar Baiknya Pun Harus Terlebih Dahulu Menjadi KABAR BAIK!
“MEMENANGKAN JIWA BUKANLAH TENTANG MEMENANGKAN ARGUMEN, MELAINKAN TENTANG MEMENANGKAN HATI DENGAN KASIH YANG TIDAK MENGHAKIMI.“
“JADILAH TERANG YANG TIDAK HANYA MENYILAUKAN, TAPI MENUNTUN JALAN.”
YOHANES 4:3-8
(3) Ia pun meninggalkan Yudea dan kembali lagi ke Galilea. (4) Ia harus melintasi daerah Samaria. (5) Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf. (6) Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas. (7) Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: “Berilah Aku minum.” (8) Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan.
Latar Belakang Kisah ayat tersebut adalah :
1. Orang Samaria tidak bergaul dengan orang Yahudi.
2. Orang Yahudi menganggap orang Samaria lebih RENDAH DERAJATNYA dari Orang Yahudi karena mereka tidak murni Yahudi tapi blasteran dari bangsa Asyur.
3. Orang Samaria punya Taurat sendiri dan menyembah Tuhan di gunung Gerazim.
4. Jadi karena menganggap najis orang Samaria, maka orang Yahudi yang akan melintasi Yudea menuju Galilea lebih memilih jalan yang lebih jauh daripada melintasi daerah Samaria.
*BEBERAPA PRINSIP YANG TUHAN YESUS AJARKAN TENTANG MEMENANGKAN JIWA:
1. PENGINJILAN ADALAH SEBUAH KEHARUSAN SETIAP ORANG PERCAYA.
Yohanes 4 : 3-4 “(3) Iapun meninggalkan Yudea dan kembali lagi ke Galilea. (4) Ia harus melintasi daerah Samaria.”
Perhatikan Kalimat: “IA HARUS”.
SIAPA YANG MENGHARUSKAN YESUS MELEWATI WILAYAH SAMARIA?
(Kepentingan besarnya Yesus adalah hanya untuk berjumpa WANITA SAMARIA)
“Gereja yang kehilangan misi utamanya AMANAT AGUNG untuk memberitakan
KABAR BAIK, disebut sebagai gereja yang sedang menuju “KEMATIAN ROHANI”
Hati-hati! Banyak Gereja yang Fokus pada Kenyamanan Lebih mengutamakan kegiatan internal,
gedung, dan kenyamanan jemaat daripada menjangkau jiwa baru. Akhirnya kehilangan Dampak: Tidak lagi relevan bagi komunitas di sekitarnya dan berpotensi mati.
Ketakutan/Ketidaktahuan: Jemaat merasa menginjil adalah tugas Pendeta, Penginjil dan Hamba Tuhan saja.
2. Punya EMPATI SEBAGAI FONDASI : Membuka diri dengan sikap ramah dan tulus agar orang lain merasa aman.
Yohanes 4:7-15
(7) Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: “Berilah Aku minum. (8) Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan. (9) Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: “Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?” (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.) (10) Jawab Yesus kepadanya: “Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup. (11) Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu? (12) Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?” (13) Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, (14) tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal” (15) Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air.
Statement Yesus: “Berilah Aku Minum..”
– Menghancurkan Tembok Kebudayaan.
– Menghancurkan Batasan Adat Istiadat.
– Merendahkan Diri Demi Kepentingan Jiwa Diselamatkan!
3. PENGINJILAN SEJATI HARUS BERAKHIR KEPADA SEBUAH PERTOBATAN.
Yohanes 4 : 16-18
(16) Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini.” (17) Kata perempuan itu: “Aku tidak mempunyai suami.” Kata Yesus kepadanya: “Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami, (18) sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar.”
Tidak Ada Yang Tersembunyi Di Hadapan Tuhan
TUHAN TAHU CERITAMU..
TUHAN TAHU TANGISANMU..
TUHAN TAHU KELEMAHANMU..
TUHAN TAHU SAKITMU..
TUHAN TAHU KEKURANGANMU..
“Pertobatan sejati adalah saat kita berhenti membela diri di hadapan kebenaran, dan mulai membiarkan kebenaran itu mengubah diri kita.“
KESIMPULAN :
BEBERAPA PRINSIP YANG TUHAN YESUS AJARKAN TENTANG MEMENANGKAN JIWA:
1. PENGINJILAN ADALAH SEBUAH KEHARUSAN SETIAP ORANG PERCAYA
2. EMPATI SEBAGAI FONDASI : Membukadiridengansikapramahdan tulusagar orang lain merasaaman
3. PENGINJILAN SEJATI HARUS BERAKHIR KEPADA SEBUAH PERTOBATAN