Dalam dinamika kehidupan dan pelayanan kristen itu, jika dihayati dengan benar, adalah sebuah proses pemurnian iman yang Tuhan izinkan untuk membentuk karakter dan memurnikan motivasi umat-Nya.
Pelayanan itu bukan sekadar aktivitas gerejawi melainkan “api penyucian” yang membuang kotoran rohani, seperti kesombongan, keangkuhan hidup, dan keinginan daging sehingga iman seseorang menjadi murni seperti emas yang teruji.
1 Petrus 1:6-7 (TB)
Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.
Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu — yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api — sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.
Ayat tersebut mengajak umat Tuhan untuk tetap bersukacita meski di tengah penderitaan dan cobaan sementara.
Ujian iman, yang digambarkan seperti pemurnian emas dengan api, bertujuan membuktikan kemurnian iman yang jauh lebih berharga daripada emas, guna memperoleh puji-pujian, kemuliaan, dan kehormatan saat Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.
Kekristenan tidak menjanjikan hidup tanpa masalah, umat Kristen mungkin harus “seketika berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan,” namun tetap bisa bersukacita karena berfokus kepada pengharapan keselamatan yang kekal, bukan situasi sesaat.
Pencobaan berfungsi sebagai alat ujian untuk membuktikan kemurnian iman kita didalam kehidupan dan pelayanan, bukan untuk menghancurkan kita. Seperti api memurnikan emas, penderitaan memurnikan iman agar teruji kekuatannya dan iman yang teruji jauh lebih bernilai dari emas yang fana. Allah lebih fokus pada pembentukan karakter dan kemurnian iman daripada kenyamanan jasmani didalam kehidupan dan pelayanan kita. Kesetiaan dalam iman selama ujian akan mendatangkan pujian, kemuliaan, dan kehormatan pada saat kedatangan Yesus Kristus.
Jadi Pelayanan itu adalah proses pemurnian iman kita, lalu apa yang harus kita lakukan?
1. Ubah Perspektif.
Yesaya 48:10 Sesungguhnya, Aku telah memurnikan engkau, namun bukan seperti perak, tetapi Aku telah menguji engkau dalam dapur kesengsaraan.
Kita harus lihat masalah sebagai “pemurnian” bukan sekadar penderitaan. Kita harus ubah perspektif kita seperti itu. Memang Pelayanan itu seringkali membawa pelayan Tuhan ke dalam situasi sulit atau istilahnya itu “dapur kesengsaraan”.
Namun ketahuilah bahwa proses ini bertujuan untuk menanggalkan motivasi kita yang salah seperti mencari hormat manusia atau mencari keuntungan pribadi. Selain itu juga dapur kesengsaraan itu untuk memurnikan hati kita agar melayani semata-mata untuk memuliakan Allah.
2. Bertahan dalam Iman yang Murni.
1 Petrus 5:10 Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.
Tetap percaya meskipun situasi terasa tidak adil, sadar bahwa itu hanya sementara.
Sama seperti emas yang diuji dengan api, iman harus diuji melalui berbagai pencobaan dalam pelayanan untuk membuktikan kesungguhannya. Pelayanan menuntut ketekunan dan kesabaran, yang memurnikan iman dari keinginan untuk lari saat menghadapi kesulitan.
Bertahanlah terus dalam iman yang murni. Karena Pemurnian iman terjadi ketika pelayan Tuhan tidak mengandalkan kekuatan atau kepandaian diri sendiri, melainkan tunduk sepenuhnya pada firman Tuhan dan kekuatan kasih karunia-Nya.
3. Fokus kepada Hasil Akhir.
Kolose 1:10 sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah,
Ingat tujuan utama pelayanan kita adalah perkenanan Tuhan pada akhir zaman, bukan kenikmatan duniawi saat ini.
Pelayanan Kristen yang sejati berakar dari kasih dan bertujuan untuk meneladani Yesus, yang datang untuk melayani, bukan dilayani, dan memberikan nyawa-Nya. Proses ini menyucikan kita dari sifat egois menjadi pribadi yang berkorban bagi sesama.
Iman yang telah dimurnikan melalui pelayanan tidak mudah goyah, lebih dewasa, dan memancarkan kemuliaan Tuhan sampai akhir hayat. Inilah fokus hasil akhir di hidup kita.
KESIMPULAN :
Dinamika Pelayanan itu merupakan proses pemurnian iman kita yang adalah kesempatan yang Tuhan berikan untuk membersihkan diri kita dari cemaran duniawi agar kita sebagai pelayan Tuhan semakin layak dihadapan Tuhan dan kita semakin serupa dengan Kristus.
Mari kita miliki proses iman yang murni didalam pelayanan kita dengan melakukan yaitu :
1. Ubah Perspektif.
2. Bertahan dalam Iman yang Murni.
3. Fokus kepada Hasil Akhir.