Kita tahu bahwa Kedewasaan Rohani kita itu adalah tujuan hidup rohani kita. Nah untuk mencapai kedewasaan rohani itu kita perlu melibatkan Tuhan senantiasa didalam setiap waktu perjalanan hidup kita di dunia ini. Tanpa penyertaan Tuhan maka kita tidak bisa finishing well.
Yosua 1:8-9 (TB)
Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.
Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi.”
Tuhan sangat mengetahui setiap keterbatasan dan kecenderungan hati kita yang mudah goyah ketika dihadapkan kepada berbagai pergumulan. Meskipun sebagai orang percaya kita tahu ada Tuhan yang selalu beserta kita, namun terkadang itu belum cukup untuk membangkitkan semangat dan pengharapan kita. Bahkan beberapa nasehat baik dari orang-orang terkasih yang disampaikan kepada kita pun, walaupun kedengarannya tepat dan berguna, tetapi seringkali kita masih sulit menjalankannya. Nampaknya, beratnya persoalan membuat kita sulit menempatkan diri atau bersikap secara benar seperti yang Tuhan kehendaki.
Dalam kisah perikop hari ini, Tuhan sampai tiga kali mengingatkan Yosua dengan kalimat perintah yang sama, yaitu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu (ayat 6, 7, dan 9).
Tuhan sangat memahami bahwa tugas yang Ia berikan kepada Yosua untuk merebut tanah Kanaan, bukanlah tugas yang mudah. Perlu kekuatan dan keteguhan hati yang besar untuk berani melangkah dan berjuang/berperang mengalahkan setiap musuh dan mengatasi semua persoalan. Hari ini perintah yang sama Tuhan sampaikan kepada kita: kuatkan dan teguhkanlah hatimu! Ini merupakan KUNCI JAWABAN atas setiap pergumulan atau persoalan kita.
Sesungguhnya, Tuhan mampu bekerja seorang diri untuk menolong dan mengatasi semua masalah kita. Namun dalam banyak kesempatan, Ia lebih suka melibatkan diri kita juga. Artinya, Tuhan menginginkan KERJASAMA dari pihak kita.
Dalam hal ini, Tuhan ingin melibatkan IMAN kita untuk membangkitkan kekuatan dan keteguhan hati kita, bukankah banyak dicatat dalam Alkitab, bahwa dalam mujizat-mujizat yang Yesus lakukan, seringkali itu terjadi karena ada keterlibatan iman. Antara lain:
Markus 5:34 Maka kata-Nya kepada perempuan itu: “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!”
Markus 10:52 Lalu kata Yesus kepadanya: “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalananNya.
Jadi, sadarilah bahwa sesungguhnya iman kita akan menyelamatkan kita dari segala pergumulan dan persoalan.
Oleh sebab itu Saudara yang terkasih, apapun beban dan kegoncangan yang sedang kita alami, mari terus menguatkan dan meneguhkan hati kepada Tuhan dan terus menaruh harapan kita hanya kepada Tuhan.
Karena dasar dari iman kita adalah harapan kita kepada Tuhan, jika kita sudah putus pengharapan maka iman tidak bisa bekerja melampaui dari apa yang kita harapkan. SELAMA KITA MEMILIKI HARAPAN MAKA IMAN KITA TAK AKAN PERNAH HILANG.
Roma 15:13 Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.
Karena itu jangan biarkan keraguan, ketakutan, dan kekuatiran menghambat langkah kita, karena harapan akan terus hidup bagi orang yang percaya kepada Tuhan, jangan pernah menyerah dalam menghadapi apapun karena Tuhan adalah SUMBER PENGHARAPAN kita, Dia tak akan membiarkan kita sendiri, Dia akan menuntun langkah kita menuju masa depan yang penuh harapan.
Sadarilah supaya iman kita segera move on, sehingga keadaan kita pun segera dipulihkan dan diselamatkan oleh Tuhan.
Yesaya 41:10 menasehatkan: Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.
Mari kita lihat fakta bahwa “Tuhan Selalu Menyertai Kita” dan biarlah ini juga dapat menjadi kekuatan langkah kita dalam memasuki tahun 2026:
1. Memberikan jaminan dan keberanian bagi kita orang percaya dalam menghadapi berbagai macam situasi hidup.
Mazmur 37 : 5 “Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;“
2. Membuat kita tidak perlu takut pada berbagai macam tantangan dalam hidup.
Matius 14 : 27 “Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka : Tenanglah ! Aku ini, jangan takut !“
3. Membuat kita menyadari bahwa Dialah yang menjadi sumber kelegaan bagi kehidupan kita sebagai orang percaya.
Ibrani 4 : 15 “Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.“
Matius 11 : 28 “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.“
Disaat kita mao memasuki tahun 2026, mungkin setiap kita ada yang merasa telah siap dengan rencana, strategi bahkan pengalaman.
Kadang kita terlalu fokus minta Tuhan berkati langkah kita, padahal yang Tuhan mao kita berjalan didalam langkahNya.
Dan dipenghujung tahun 2025 ini, yakinkan bahwa kita semua semakin memiliki KEDEWASAAN ROHANI sehingga kita bisa sungguh” mencari arahNya agar dilangkah kita kedepan bukan lagi sibuk untuk minta
“Tuhan, ikut aku” tetapi kita bisa berkata, “Tuhan, aku ikut Engkau”
Dan untuk kita bisa Finishing Well, tanamkan dalam hati dan pikiran kita bahwa Tuhan menyertai kita senantiasa sampai kepada akhir zaman.
Dan Jika Allah beserta kita, tidak perlu ada yang kita takutkan karena Tuhan yang tak tertandingi itu selalu bersama kita, dan tak ada satupun yang bisa memisahkan kita dari Kasih Kristus, karena faktanya adalah :
1. Penyertaan Tuhan itu memberikan jaminan dan keberanian bagi kita orang percaya dalam menghadapi berbagai macam situasi hidup.
2. Penyertaan Tuhan itu membuat kita tidak perlu takut pada berbagai macam tantangan dalam hidup.
3. Penyertaan Tuhan itu membuat kita menyadari bahwa Dialah yang menjadi sumber kelegaan bagi kehidupan kita sebagai orang percaya.