Saudaraku, untuk kita bisa finishing well di akhir hidup kita maka kita harus terus memberitakan injil Yesus yang berawal dari peristiwa Natal yaitu kelahiran dan kedatangan Yesus Anak Allah di dunia ini. Itu adalah peristiwa yang ajaib bagi umat manusia di dunia ini.

2 Timotius 2:8 (TB) 

Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku.

Kelahiran dan kedatangan Yesus di dunia ini adalah keajaiban Natal bagi kita yang percaya.

Mengapa begitu? Karena melalui kelahiran dan kedatanganNya ke dunia ini sekitar 2000 tahun yang lalu telah menimbulkan banyak pandangan kontroversial dan perdebatan pro dan kontra sampai masa kini. Mulai dari tempat Dia Anak Allah yang dilahirkan dikandang domba yang hina, hanya sebagai keluarga tukang kayu, lolos berkali-kali dari kejaran haters yang mengepung Dia, sampai akhirnya Dia menyerahkan diriNya untuk ditangkap, disiksa dan disalibkan tetapi setelah Dia mati dan dikuburkan, Yesus bangkit dari kematian dan Yesus naik ke surga yang disaksikan oleh ribuan orang dan Dia berpesan bahwa Dia akan datang kembali ke dunia ini dengan cara yang sama seperti Dia naik ke surga saat itu. Bukankah kehidupan Yesus selama didunia itu adalah sebuah kehidupan yang ajaib? Itu berawal dari peristiwa Natal yang kita rayakan hari ini. Itulah kehidupan injil Yesus. Bila tidak ada Natal (kelahiran & kedatangan Yesus) maka tidak ada injil Yesus yang mengampuni dosa-dosa kita dan menyelamatkan kita. Oleh karena itu kita harus bersyukur dan berterimakasih kepada Allah karena ada peristiwa Natal itu yang membuat ada injil Yesus yang menyelamatkan kita yang percaya kepadaNya. Halleluyah…

Rasul Paulus menyebut pesan Injil yang ia khotbahkan sebagai “Injilku” dalam 2 Timotius 2:8 itu.

Dengan mengatakan “Injilku”, Paulus tidak bermaksud bahwa Injil itu miliknya atau bahwa itu adalah pendapat pribadinya. Sebaliknya, ia bermaksud bahwa itu adalah satu-satunya Injil yang benar, Injil yang diwahyukan kepadanya dan kepada para rasul lainnya oleh Yesus Kristus sendiri.

Injil dapat didefinisikan dan dinyatakan dengan jelas. Injil bukanlah perasaan atau roh yang samar-samar. Injil adalah kisah tentang Yesus Kristus, siapa Dia dan apa yang telah Dia lakukan.

Secara spesifik, Injil adalah kisah tentang Yesus, keturunan Daud dan Anak Allah, yang lahir di Betlehem, mati karena dosa-dosa kita, dikuburkan, dan bangkit dari kematian.

Makna dari kisah ini adalah bahwa melalui iman kepada Yesus, kita dapat menerima pengampunan dosa dan hidup yang kekal. Pertobatan dan pengampunan dosa harus diberitakan kepada semua orang dalam nama Yesus.

Ketahuilah bahwa inilah alasan satu-satunya Injil Yesus dari Keajaiban Natal, yaitu :

– Jika ada cara lain untuk diselamatkan, Yesus tidak perlu datang dan mati.

– Yesus adalah satu-satunya yang memenuhi semua janji dan nubuatan di kitab Perjanjian Lama tentang Mesias.

– Yesus adalah satu-satunya yang dapat menyatakan Bapa kepada kita dan mengajari kita tentang Allah. Tidak seorang pun telah melihat Allah kecuali Anak yaitu Yesus.

– Yesus adalah satu-satunya yang mampu menyelesaikan apa yang perlu dilakukan untuk keselamatan kita. Hanya Dia yang dapat menaati hukum bagi kita, menaklukkan musuh-musuh kita, menanggung hukuman atas dosa-dosa kita, memberi kita hidup baru, dan mempersembahkan kita kepada Allah.

– Tanpa Injil Yesus ini, tidak ada harapan. Kita tidak punya cara untuk lolos dari murka Allah kecuali melalui iman kita kepada Yesus.

– Kita harus mengingat Injil Yesus ini dan mempercayainya agar diselamatkan. Jika kita menolaknya, tidak ada yang tersisa bagi kita selain kehancuran kekal.

Apa yang harus kita lakukan untuk Terus Hidup dalam Injil Yesus (Keajaiban Natal) itu?

1. Tinggal di dalam Kristus (Yohanes 15:4-7).

Berakar dan Dibangun :

Seperti pohon yang berakar dalam, kita harus terus memperdalam hubungan dengan Yesus melalui firman dan doa untuk mendapatkan makanan rohani, agar dapat bertumbuh kuat dan tidak mudah goyah oleh ajaran dunia.

Berbuah Banyak :

Karena Kristus adalah pokok anggur, kita adalah rantingnya. Buah tidak akan datang dari diri sendiri, tetapi dari hubungan yang terus menerus dengan-Nya. Tanpa Tuhan, kita tidak dapat berbuat apa-apa. 

2. Memuridkan dan Dimuridkan (2 Timotius 2:2).

Ketahuilah bahwa memuridkan dan dimuridkan itu adalah perjalanan seumur hidup kita untuk menjadi serupa Kristus, ini bukan pilihan, ini melibatkan komitmen untuk berubah, rendah hati, dan terbuka, serta ini adalah intisari dari Amanat Agung. 

Dimuridkan berarti mau diajar, diajak bertobat, bertumbuh, dan mengizinkan Roh Kudus mengubah pikiran dan hati melalui Firman Tuhan, doa, dan pengakuan dosa.

Sementara itu, memuridkan adalah tugas setiap murid untuk memimpin orang lain kepada Kristus dan melatih mereka menjadi murid yang juga akan memuridkan, menciptakan multiplikasi iman melalui pelayanan, penginjilan, dan kehidupan sehari-hari yang meneladani Yesus. 

3. Melayani Tuhan Selamanya (Roma 12:11).

Pergunakanlah kesempatan hidup ini untuk selalu melayani Tuhan dan sesama, dan ingatlah untuk melayani dari hati. Hati adalah pusat kehidupan manusia, segalanya berasal dari sana. Milikilah hati yang murni dan tulus untuk melayani, hati yang sungguh-sungguh ingin melayani. Disadari atau tidak, seseorang yang melayani dari hati akan terpancar dari energinya, dari semangatnya, dari sikapnya. Ketika melayani dari hati, maka yang terpancar adalah sukacita. Sukacita yang tak hanya dirasakan oleh kita sendiri, melainkan juga dirasakan oleh rekan-rekan lainnya. Mari kita lakukan pelayanan yang luar biasa untuk kemuliaan Tuhan kita dengan mempersiapkan umatNya sebagai mempelai-mempelaiNya Kristus di akhir jaman ini.

Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan. Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia (1 Korintus 15:58).

Keajaiban Natal adalah bukti Allah sangat mengasihi kita umat ciptaanNya meskipun kita telah berbuat dosa tetapi Allah mau datang ke dunia untuk mengampuni dosa-dosa kita dan menyelamatkan kita melalui injil Yesus supaya kita bisa finishing well.

Mari kita terus hidup dalam injil Yesus (Keajaiban Natal) dengan melakukan :

1. Tinggal di dalam Kristus (Yohanes 15:4-7).

2. Memuridkan dan Dimuridkan (2 Timotius 2:2).

3. Melayani Tuhan Selamanya (Roma 12:11).

Author admin