1 Korintus 9:25-27 (TB)
Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.
Saat itu kota Korintus menjadi tuan rumah pesta olah raga Isthmian, yang secara ukuran dan signifikansi berada di urutan kedua setelah Olimpiade. Lomba Atletik adalah budaya populer pada masa itu, dan bagi seorang atlet, memberikan yang terbaik dalam pertandingan adalah puncak dari sebuah latihan yang panjang.
Jadi ketika Paulus menulis surat kepada gereja di Korintus, dia tidak hanya berbicara tentang berlari dan bersaing, dia juga berbicara tentang pelatihan dan disiplin sebagai bagian dari latihan yang panjang untuk memenangi perlombaan.
Demikian pula kehidupan Kristen harus ditandai dengan disiplin yang mengungkapkan komitmen kekal untuk menjalankan perlombaan iman kita,
1 Timotius 6:12 Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.
Paulus menggambarkan hidup kristen seperti pertandingan atau perjuangan spiritual, oleh karena itu sangat penting perkataan kita didukung oleh tindakan kita karena untuk menjalani kehidupan kristen tanpa tindakan disiplin adalah omong kosong.
Rasul Paulus mengajak kita orang percaya untuk hidup disiplin dan maksimal dalam mengikut Kristus, seperti atlet yang menguasai diri demi mahkota fana, sementara kita demi mahkota abadi.
Intinya adalah kita harus bisa menguasai diri sepenuhnya supaya kita bisa hidup berfokus pada tujuan Allah dan agar kita tidak “ditolak” setelah memberitakan Injil.
Bagaimana cara kita menguasai diri sepenuhnya agar kita dapat finishing well?
1. Mengetahui Firman Tuhan.
2 Timotius 3:15-17 Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.
Hal pertama untuk kita bisa menguasai diri sepenuhnya itu adalah mengetahui dan mengenal firmanNya. Satu-satunya cara untuk mengetahui kehendak Tuhan adalah dengan mengetahui firman-Nya. Pengetahuan tentang firman Tuhan, yang berisi kehendak-Nya, mengungkapkan kepada kita arah yang Tuhan inginkan agar kehendakNya membimbing kita, dan menuntun kita ke jalan yang seharusnya ditempuh oleh kita supaya hidup kita tidak sembarangan.
2. Waspadai bahaya kurangnya pengendalian diri.
Matius 5:29-30 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.
Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.
Kita perlu memahami bahayanya jika tidak memiliki pengendalian diri.
Ketahuilah bahwa setan mencoba mengendalikan satu bagian kecil dari hidup kita, dan karena kurangnya kendali di satu bagian hidup kita itu yang dia manfaatkan, dia mampu mengendalikan seluruh hidup kita. Seolah-olah setan mencengkeram kita dengan kuat dan entah bagaimana berhasil menggerakkan seluruh tubuh kita karena dia telah menguasai satu bagian kecil dari diri kita. Jadi ketika dia berhasil, dia memanipulasi semua bagian hidup kita dari satu bagian itu.
3. Bersiaplah untuk menderita.
1 Korintus 10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
Apa pun yang menggoda kita, entah itu keserakahan, hawa nafsu, penyalahgunaan atau apapun.
Apa pun itu, itu bukan hal baru, manusia telah tergoda oleh hal-hal tersebut sejak dahulu kala.
Terkadang kita bisa menghindarinya, tetapi terkadang kita hanya harus menanggungnya dan Tuhan menyebutkan keduanya di ayat tersebut. Terkadang ada cara untuk menghindarinya, tetapi terkadang satu-satunya reaksi adalah menanggungnya.
Yang perlu kita mengerti bahwa setiap masalah dalam kehidupan kita pasti ada expired datenya, jika waktunya telah genap. Yang terpenting adalah kita harus bisa belajar sesuatu dari masalah itu sehingga kita bisa lulus dari masalah itu.
4. Berdoa yang benar.
Lukas 22:39-43 Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun. Murid-murid-Nya juga mengikuti Dia.
Setelah tiba di tempat itu Ia berkata kepada mereka: “Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan.”
Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya:
“Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.”
Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya.
Dan akhirnya, untuk menguasai diri sepenuhnya, kita perlu berdoa yang benar.
Tanggapan Yesus terhadap masa-masa ujian saat itu adalah berdoa dan memohon kekuatan untuk melakukan apa yang Allah kehendaki.
Yesus adalah Allah, tetapi Yesus masih harus bergulat dengan daging yang lemah, Roh-Nya rela tapi tubuh-Nya yang membutuhkan pertolongan.
Dan itu kurang lebih sama dengan kita, roh di dalam diri kita bersedia melakukan apa yang benar, namun daginglah yang mengkhianati kita. Makanya kalau kita berdoa jangan minta berkat saja tetapi mintalah kekuatan supaya bisa menguasai diri sepenuhnya.
Kita sebagai orang kristen, kita harus bisa finishing well di akhir hidup kita dengan menguasai diri sepenuhnya dengan cara :
1. Mengetahui Firman Tuhan.
2. Waspadai Bahaya Kurangnya Pengendalian diri.
3. Bersiaplah untuk Menderita.
4. Berdoa yang Benar.