Efesus 5:16-17 (TB)
…. dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
Dari ayat yang kita baca tersebut, disitu menekankan pentingnya mempergunakan waktu dengan bijaksana karena dunia ini penuh tantangan (“hari-hari ini adalah jahat”).
Ini berarti kita tidak boleh bertindak bodoh, tetapi harus mengerti dan menuruti kehendak Tuhan melalui hikmat-Nya, bukan hawa nafsu duniawi dan bukan terus mengejar uang.
Banyak orang berpikir bahwa “waktu adalah uang”, tetapi sesungguhnya, uang yang hilang masih bisa diperoleh kembali, sedangkan waktu yang sudah berlalu akan hilang selamanya.
Banyak orang kristen hidupnya mengejar uang karena mereka berpikir bila punya uang yang banyak maka bisa bertahan didunia yang semakin jahat ini, jelas ini salah saudaraku.
Kita diajak untuk menjadikan setiap kesempatan sebagai waktu untuk bertumbuh, melayani, dan memuliakan Tuhan, serta mempersiapkan diri untuk masa kekekalan.
Efesus 5:15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,
Ketahuilah bahwa Tuhan mengajar kita mempergunakan waktu untuk hidup berfokus kepada Kristus supaya kita mampu bertahan ditengah dunia ini sehingga iman kita tidak gugur ditengah jalan.
Waktu itu berharga, karena setiap detik adalah anugerah Tuhan yang tidak akan kembali, jangan menyia-nyiakannya untuk hal-hal sia-sia (“dan pergunakanlah waktu yang ada”).
“Waktu” di sini merujuk pada kairos, yaitu momen atau kesempatan istimewa, bukan sekadar urutan waktu kronos, dan orang bijak akan memanfaatkan kesempatan ini.
1 Petrus 4:2 supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.
Kita tahu bahwa dunia ini penuh kejahatan, dan kondisi dunia yang jahat berarti membuat kita harus waspada dan menggunakan waktu untuk hal-hal yang benar dan kudus, bukan untuk hawa nafsu dan kejar uang.
Kita tidak boleh bodoh dan “bodoh” di sini berarti tidak mengerti atau tidak mau mengerti kehendak Tuhan.
Sebaliknya, menjadi bijak adalah mengusahakan pemahaman tentang kehendak-Nya dengan membaca, mempelajari, dan merenungkan firman-Nya.
Dengan demikian maka kita bisa terus memiliki kebangunan rohani untuk bisa terus bertahan fokus kepada Kristus di dalam dunia yang semakin jahat atau semakin banyak tantangan ini.
Bagaimana caranya untuk kita bisa terus bertahan hidup fokus kepada Kristus ditengah dunia yang semakin jahat dan penuh tantangan ini?
1. Punya manajemen waktu.
Ibrani 9:27 Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,
Ayat ini menegaskan finalitas kematian dan penghakiman, yang berarti tidak ada kesempatan kedua untuk mengubah nasib setelah kematian.
Hal ini yang harus kita garisbawahi pentingnya kita mengatur waktu kita sehingga selaras dengan kehidupan yang kudus, bukan hanya untuk kesenangan sesaat.
2. Punya pilihan hidup yang bijak.
Ulangan 30:19 Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu,
Ayat ini menegaskan bahwa setiap pilihan yang kita putuskan dalam kehidupan kita, akan memiliki dampak bukan hanya untuk diri kita sendiri tetapi berdampak juga untuk generasi dibawah kita.
Oleh sebab itu buatlah pilihan-pilihan dalam hidup kita dengan bijak, baik itu pilihan besar maupun kecil, dengan selalu mencari pimpinan Tuhan.
Kolose 3:17 Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.
3. Mengalami pertumbuhan rohani.
Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Makna yang mendalam yang harus kita mengerti dari ayat diatas, yakni dimana ada perintah yang harus dikerjakan orang percaya untuk terus menerus merenungkan firman agar muncul perubahan perilaku dan pertumbuhan rohani. Jangan biarkan nilai” dunia membutakan kita sehingga kehidupan spiritual rohani kita tidak mengalami pertumbuhan.
Gunakan waktu untuk doa, ibadah, bible study dan komsel pemuridan agar rohani kita terus bertumbuh dengan terukur.
4. Menjadi saksi Kristus.
Kisah Para Rasul 1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
Setiap kita semua orang percaya diutus untuk menceritakan dan menunjukan kebaikan, kasih, dan kebenaran Kristus dalam perkataan dan perbuatan kita.
Oleh karena itu gunakan waktu yang ada untuk memuliakan nama Tuhan dan menjadi saksi-Nya melalui perkataan dan perbuatan kita yang penuh kasih Kristus.
KESIMPULAN :
Untuk kita bisa terus memiliki kebangunan Rohani maka kita perlu terus bertahan hidup fokus kepada Kristus di dunia yang semakin jahat ini, dengan melakukan 4 hal :
1. Punya Manajemen waktu.
2. Punya Pilihan hidup yang Bijak.
3. Mengalami Pertumbuhan rohani.
4. Menjadi saksi Kristus.