Pelayanan bukanlah sekadar aktivitas gerejawi atau kesibukan rutin di hari Minggu. Pelayanan adalah bentuk respons syukur kita atas keselamatan yang telah kita terima dari Yesus Kristus, dan seperti yang kita tahu bahwa banyak orang melayani dengan tujuan yang salah, namun pelayanan yang alkitabiah haruslah berdampak, baik bagi diri sendiri, jemaat, maupun orang-orang di sekitar kita.
1 Petrus 4:11 (TB)
Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.
Jika kita renungkan bahwa ayat yang kita baca itu menekankan panggilan Tuhan bagi setiap orang percaya untuk menjadi pengurus kasih karunia Allah yang baik, dengan tujuan akhir memuliakan Allah dalam segala hal, baik melalui perkataan maupun perbuatan.
Yang harus kita ingat bahwa setiap karunia dan kekuatan untuk kita melayani itu berasal dari Tuhan, bukan kemampuan diri sendiri, sehingga pelayanan kita harus didasarkan pada kekuatan Allah, supaya kita tidak terjebak melayani untuk diri kita sendiri.
Perbedaan antara melayani Tuhan dan melayani diri sendiri itu sangatlah tipis, kita bisa saja memakai alasan melayani Tuhan, tetapi sebenarnya kita tengah melayani kepentingan dan kepuasan diri sendiri.
Salah satu cara untuk menguji apakah kita melayani Tuhan atau diri sendiri adalah dengan melihat respon yang kita berikan tatkala pelayanan kita tidak dihargai oleh orang lain, atau tatkala pendapat dan keinginan kita dalam pelayanan tidak diterima.
Apabila respon kita adalah marah, bahkan sampai mengundurkan diri dari pelayanan, itu berarti kita tidak sedang melayani Tuhan, melainkan melayani diri sendiri dengan kekuatan sendiri bukan kekuatan dari Allah.
Salah satu kesalahan yang kerap dihadapi para pelayan Tuhan adalah tatkala ia tidak lagi bisa membedakan mana keinginan Tuhan dan mana keinginan diri sendiri.
Oleh sebab itu, marilah kita berubah agar pelayanan kita berdampak untuk memuliakan Tuhan.
Apa Sesungguhnya Dampak dari Pelayanan kita itu?
1. Mempermuliakan nama Tuhan.
Kolose 3:23-24 Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.
Pelayanan sejati bertujuan untuk meninggikan Tuhan, bukan diri sendiri. Ketika kita melayani dengan hati yang tulus, kita sedang memancarkan karakter Kristus kepada dunia.
Contoh waktu yusuf melayani di rumah potifar dengan setia dan jujur, dampaknya Tuhan memberkati rumah orang mesir tersebut, dan nama Tuhan dipermuliakan melalui keberhasilan yusuf.
Dampak dari pelayanan yang benar, menjadikan hidup kita persembahan yang harum di hadapan Tuhan.
2. Menjadi berkat dan membangun sesama.
1 Korintus 3:10-11 “Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya.Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.“
Pelayanan bertujuan untuk mengangkat, menguatkan, dan menolong orang lain yang membutuhkan. Pelayanan yang berdampak merupakan perwujudan kasih yang tulus karena saat kita melayani, orang lain merasakan kebaikan Tuhan, mengalami damai sejahtera, dan dikuatkan dalam pergumulan mereka.
Dampaknya terjadi transformasi kehidupan dan jemaat menjadi kuat karena saling melayani.
3. Transformasi dan pertumbuhan rohani kita.
2 Korintus 3:18 “Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.“
Transformasi dan pertumbuhan rohani kristen adalah proses seumur hidup untuk menjadi serupa dgn Kristus, dimana terjadi perubahan dalam pola pikir, karakter, dan perilaku melalui kuasa Roh Kudus.
Melayani Tuhan mengubah karakter kita karena pelayanan sejati lahir dari pengalaman perjumpaan pribadi dengan Tuhan, yang membawa pertumbuhan rohani.
Saat kita merasa kering, melayani dengan tindakan nyata adalah cara untuk menyegarkan kembali kerohanian kita.
Pelayanan juga membentuk karakter kita dengan melatih kita untuk rendah hati, sabar, dan tidak egois. Dampaknya kita akan semakin mengenal Kristus dan mengalami pemulihan rohani kita.
Agar pelayanan berdampak maksimal, maka pelayan Tuhan harus :
1. Melakukan yang terbaik.
Kolose 3:23 “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.“
Seperti Yusuf, demikian juga Pelayanan yang kita lakukan itu juga tidak asal-asalan, tetapi tekun dan teliti.
2. Rendah hati.
1 Petrus 5:6 “Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.“
Sadar bahwa semua kemampuan dalam pelayanan kita itu berasal dari Tuhan, bukan untuk kesombongan diri.
3. Melayani dengan kasih.
1 Korintus 16:14 “Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!“
Pelayanan kita digerakkan oleh kasih akan Tuhan, bukan karena terpaksa.
KESIMPULAN :
Jangan pernah berhenti melayani, dalam kondisi apa pun.
Pelayanan adalah panggilan tertinggi kita, suatu kehormatan untuk kita jika kita diberikan kesempatan untuk melayani, karena pelayanan kita memiliki dampak yaitu :
1. Mempermuliakan nama Tuhan.
2. Menjadi berkat dan membangun sesama.
3. Transformasi dan pertumbuhan rohani kita.
Dan agar pelayanan kita berdampak maksimal, maka kita harus :
1. Melakukan yang terbaik.
2. Melayani dgn rendah hati.
3. Melayani dengan kasih.