Saudara, kita perlu cek pada diri kita. Sudah berapa lamakah kita menjadi orang Kristen? Apakah iman kita bertumbuh? Apakah kita masih bergantung pada orang lain untuk memahami kebenaran Alkitab, atau sudah mulai menggali Alkitab/Firman Tuhan sendiri?
Mari kita terus melatih indera rohani kita dengan menaikkan level rohani kita agar kebangunan rohani terus terjadi di hidup kita.
Ibrani 5:12-14 (TB)
(12) Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. (13) Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. (14) Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.
Ayat yang kita baca tersebut menegaskan bahwa seiring berjalannya waktu, orang percaya tidak boleh hanya menjadi “bayi rohani” yang terus-menerus bergantung pada ajaran-ajaran dasar. Sebagai murid Kristus, kita dipanggil untuk bertumbuh dan mampu membedakan yang baik dan yang jahat.
Penulis Ibrani menegur jemaat karena secara logika waktu, mereka seharusnya sudah menjadi pengajar. Namun, mereka justru mengalami kemunduran dan masih perlu diajar asas-asas pokok Firman Tuhan. Ini stagnasi rohani.
Mereka diibaratkan masih mengkonsumsi “susu” (ajaran yang paling dasar atau dangkal) dan belum siap menerima “makanan keras” (pengajaran yang lebih dalam dan dewasa). Siapapun yang masih bergantung pada susu rohani diartikan belum memahami ajaran tentang kebenaran Alkitab.
Bayi rohani mudah diombang-ambingkan oleh pengajaran yang menyesatkan dan tidak dapat berfungsi secara maksimal untuk melayani atau memuridkan orang lain.
Makanan Keras disediakan bagi orang yang dewasa secara rohani. Kedewasaan rohani ditandai dengan kemampuan panca indera rohani yang terlatih. Ini memampukan kita untuk secara aktif membedakan mana yang baik dan mana yang jahat.
Apa Arti “Naik Level (Level Up)” Secara Alkitabiah?
1. Melangkah Menuju Serupa Seperti Kristus.
Alkitab mengajarkan bahwa kita seharusnya bertumbuh dalam iman dan kedewasaan, bukan tetap sama terus ya.
Ibrani 5:12 (TB) “Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.”
2 Petrus 3:18 (TB) “Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.”
2. Percaya kepada Tuhan pada Tingkat yang Lebih Tinggi.
Meningkatkan level rohani itu berarti melangkah melampaui iman dasar dan menuju pemahaman serta kebijaksanaan yang lebih dalam.
Setiap tingkatan baru dalam iman kita membutuhkan kepercayaan yang lebih besar kepada Tuhan. Terkadang, ini berarti melangkah dengan iman bahkan ketika segala sesuatunya tampak tidak masuk akal.
Amsal 3:5-6 (TB) “(5) Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. (6)Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”
Yakobus 1:2-4 (TB) “(2) Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, (3) sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. (4) Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun.”
Untuk meningkatkan diri secara alkitabiah, kita harus lebih banyak berserah diri, lebih percaya, dan mengandalkan rencana Tuhan daripada rencana kita sendiri.
3. Melangkah Menuju Panggilan dan Tujuan Hidup kita.
Tuhan memiliki panggilan yang lebih tinggi untuk setiap kita, tetapi kita harus bersedia melangkah dalam ketaatan.
Efesus 2:10 (TB) “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”
Yesaya 6:8 (TB) “Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!””
Meningkatkan level berarti mengatakan YA pada panggilan Tuhan, baik itu dalam kepemimpinan, pelayanan, atau melayani dengan cara yang lebih luar biasa.
4. Memperkuat Kehidupan Doa & Iman kita.
Hubungan yang lebih dalam dengan Tuhan membutuhkan kehidupan doa yang lebih kuat dan disiplin rohani yang lebih besar.
1 Tesalonika 5:16-18 (TB) “(16) Bersukacitalah senantiasa. (17) Tetaplah berdoa. (18) Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”
Markus 11:24 (TB) “Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.”
Untuk naik level, kita harus mengembangkan kehidupan doa yang konsisten dan penuh iman.
5. Hidup dengan Keberanian dan Penuh Otoritas.
Seiring pertumbuhan rohani, Tuhan memanggil kita untuk berjalan dalam keberanian, otoritas rohani, dan berdampak bagi kerajaan-Nya.
Lukas 10:19 (TB) “Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.”
2 Timotius 1:7 (TB) “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.”
Meningkatkan level berarti melangkah dengan berani, menggunakan bakat kita, dan memberikan dampak bagi Kerajaan Allah.
Cara “Meningkatkan Level rohani” Secara Alkitabiah :
✔ Baca & Pelajari Firman Tuhan – Bertumbuh lebih dalam didalam pengetahuan Alkitab.
✔ Tingkatkan Kehidupan Doa Anda – Carilah hadirat Tuhan setiap hari.
✔ Berjalan dalam Ketaatan – Melangkah maju ketika Tuhan memanggil.
✔ Kelilingi Diri Anda dengan Orang-orang Saleh – Berada dalam komunitas yang menantang dan memperkuat iman Anda.
✔ Hadapi Tantangan dengan Iman – Setiap testing adalah kesempatan untuk bertumbuh.
✔ Ambil Tanggung Jawab Rohani – Melayani, memimpin, dan memuridkan orang lain.
KESIMPULAN :
“Naik level (Level Up)” sering dikaitkan dengan pertumbuhan, kemajuan, dan peningkatan, tetapi dari perspektif Alkitab, itu berarti kedewasaan rohani, iman yang lebih dalam, dan berjalan dalam tujuan Allah.
Secara Alkitabiah, “naik level” berarti semakin mendekatkan diri kepada Allah dengan menjadi serupa seperti Kristus, dan melangkah ke dalam tanggung jawab dan panggilan yang lebih besar dengan cara yaitu :
1. Baca dan Pelajari Firman Tuhan.
2. Tingkatkan Kehidupan Doa Anda.
3. Berjalan dalam Ketaatan.
4. Kelilingi Diri Anda dengan Orang-orang Saleh.
5. Hadapi Tantangan dengan Iman.
6. Ambil Tanggung Jawab Rohani.