Filipi 1:21-25 “(21) Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. (22) Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. (23) Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus — itu memang jauh lebih baik; (24) tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu. (25) Dan dalam keyakinan ini tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman,”

Apakah kondisi Paulus pada saat itu bimbang?

Ayat 23 “Aku didesak dari dua pihak

Saat itu Paulus bimbang diantara 2 kerinduan: 

1. Mati, segera bertemu dengan Kristus.

2. Hidup, karena banyak orang orang perlu bertumbuh dan mengalami sukacita dalam iman (ayt. 25).

Roma 14:17 (TB)

“Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.”

Ayat tersebut ditulis paulus ketika dia dalam penjara.

Bahkan Paulus menulis Filipi 1:13 dalam penderitaan secara fisik yang sangat berat. Tapi walau dalam penderitaan yang sangat hebat ini, Rasul Paulus bisa tetap punya kerinduan untuk hidup agar orang orang memiliki sukacita dalam roh Kudus.

Hanya orang orang yang pernah mengalami betapa menyenangkan “hidup bersama Tuhan” yang bisa berkata seperti ini.

Mazmur 73:25-26 (TB) “(25) Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi. (26) Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.”

Dalam ayat tersebut dikatakan “tidak ada yang kuingini di bumi“. Apakah benar tidak ada sesuatupun yang kita ingini di bumi? Karena selama kita ada di dunia, kita memiliki banyak keinginan! Tapi mengapa penulis Mazmur 73 ini berani berkata seperti ini? Karena ayat tersebut bukan kata kata rayuan (gombal) yang dikatakan seseorang untuk mendapatkan sesuatu. Mazmur 73 itu ditulis karena penulis mengalami betapa indahNya hidup bersama Tuhan.

Perlu kita ketahui bahwa desain awal Tuhan bagi manusia adalah hidup tanpa airmata, penderitaan. Penuh damai sejahtera dan sukacita (Kejadian 2:8). Dan Tuhan menaruh manusia di taman Eden (tempat tanpa air mata dan penderitaan) karena Manusia berjalan bersama Tuhan. Tapi semuanya rusak ketika manusia berkata “amin” kepada iblis (Kejadian 3:6).

Sejak perpisahan dengan Allah di taman eden, manusia kehilangan semua hal yang harusnya manusia nikmati ketika berjalan bersama dengan Allah. Damai sejahtera dan sukacita kekal.

Yohanes 16:33 (TB) “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”

Yesaya 57:20-21 (TB) (20) “Tetapi orang-orang fasik adalah seperti laut yang berombak-ombak sebab tidak dapat tetap tenang, dan arusnya menimbulkan sampah dan lumpur. (21) Tiada damai bagi orang-orang fasik itu,” firman Allahku.”

KESIMPULAN:

Gaya Hidup Pelayanan selalu dimulai dari Kehidupan yang berpusat Pada Kristus (Christ Centered). Sehingga kita memiliki kerinduan, damai sejahtera, dan sukacita melayani Tuhan sampai akhir hidup kita.

Author admin