Filipi 3:7–8 (TB) “Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.”

Bagaimana kondisi kerohanian kita sekarang?Setelah percaya Yesus 5 tahun, 10 tahun, 20 tahun, 50 tahun? Apakah kita Terus Bertumbuh? Atau Stagnan?

Banyak orang Kristen seringkali merasa stagnan, tidak ada lagi kebangunan rohani yang kita rasakan walau kita sudah beribadah, sudah melayani, sudah memberi diri jadi pelayan di gereja.

“Mengapa hidup rohaniku terasa kering meski aku masih   aktif di gereja?”

“Mengapa aku tidak merasakan api itu lagi?”

”Mengapa aku tidak bersukacita”?

“Mengapa aku sering mengeluh dan khawatir?”

Dia tidak merasakah kebangunan rohani, seolah kehidupan rohaninya berhenti-stagnan disitu, atau bahkan menurun.

Sebenarnya kenapa?? Apa yang Salah??

Untuk meningkatkan ini banyak gereja melakukan :

– Ibadah KKR

– Undang Pembicara Terkenal atau lagi HOT dan HIT

– Undang Worship Team

– Kebersamaan Tim

– Mission Trip

Kebangunan rohani tidak tergantung pada suasana ibadah, Gedung gereja, orang-orangnya atau kegiatan rohani semata, melainkan pada kondisi hati kita di hadapan Tuhan, apa yang menjadi fokus hati dan pikiran kita.

Filipi 3:7–8  => Perjalanan Kehidupan Rohani Paulus

“Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.”

Istilah “keuntungan” : (kerdos)  => Bukanlah keuntungan yang jahat atau dari hasil yang jahat tapi “benar-benar” keuntungan dari hal-hal yang baik, benar, dan mulia menurut standar dunia atau bahkan standar agama. Namun setelah mengenal Kristus, semua yang dulu dianggap penting (status, pendidikan, dan ketaatannya pada hukum) justru menjadi ‘kerugian”

Oleh karena itu, apa Penghambat Kebangunan Rohani?

1. KEANGKUHAN ROHANI.

Kebangunan rohani hanya dialami oleh orang yang merasa “masih butuh” Tuhan setiap hari, bukan untuk orang  yang merasa “sudah cukup”.

2. KETERIKATAN DUNIAWI.

Banyak orang Kristen kehilangan api rohani bukan karena dosa besar, tetapi karena kenyamanan dunia .Kebangunan rohani tidak bisa bertumbuh dalam hati yang lebih mencintai dunia daripada Allah.

Prinsip Orang Kristen pada ‘dunia’ => Matius 6:33-34

“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu” (TB)

BIMK – Bahasa Indonesia Masa Kini.
“Jadi, usahakanlah dahulu supaya Allah memerintah atas hidupmu dan lakukanlah kehendakNya. Maka semua yang lain akan diberikan Allah juga kepadamu. Oleh sebab itu, janganlah khawatir tentang hari besok.”

FAYH- Firman Allah yang Hidup.
“Ia akan mencukupi segala kebutuhan kalian dari hari ke hari. Jika kalian mengutamakan Kerajaan Allah dan hidup menurut kehendakNya.”

3. DOSA.

Tidak ada kebangunan rohani tanpa pertobatan sejati.Dosa yang disembunyikan adalah tembok yang menghalangi hadirat Tuhan bekerja.

Mazmur 66:18 “Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengarkan.”

4. KETIDAKTAATAN PADA ROH KUDUS.

Rasul Paulus bukan hanya mengenal Kristus, tapi juga hidup dipimpin oleh Roh Kudus. Banyak orang Kristen kehilangan arah rohani bukan karena tidak tahu Firman, tapi karena  tidak taat pada suara Roh Kudus. 

Bagaimana agar kita Mengalami Kebangunan Rohani ?

1. Menganggap/Menyadari ‘segala sesuatu’ selain ‘ALLAH’ Adalah ‘kerugian’, bahkan menganggapnya sebagai “SAMPAH”.

Paulus menulis bahwa apa yang dahulu merupakan kerdē (keuntungan) kini ἐλογίζομαι εἰς ζημίαν — “kuanggap sebagai ζημία/kerugian”, ia memakai istilah yang menegaskan perhitungan ulang nilai: yang dulu dihitung sebagai “untung”, sekarang ia hitung sebagai “rugi” bila dibandingkan dengan pengenalan akan Kristus.


– Pedagang : ‘nilai’ –’harga’- ‘angka’ => supaya bisa dilihat bedanya, secara nilai memang ‘rugi’
    Lebih lagi di Ayat 8 -> dianggap sampah: “skubalon” (sampah, kotoran, atau limbah)

– Apakah kita benar-benar menyadari dan beriman “YESUS”   benar-benar lebih berharga dari apapun di BUMI?

– Apakah kita benar-benar melihat “NILAI” YESUS secara angka lebih besar dari pada nilai apapun?

– Semua itu MEMANG bukan benar-benar sampah- tapi ini tidak lebih “Menguntungkan”, “tidak lebih berharga” dari “YESUS”

– Kita harus “MENYADARI” ini sungguh-sungguh di dalam hati kita.

2. Mau dan Berani melepaskan ‘segala sesuatu’ demi dan untuk Allah.

Kebangunan Rohani adalah sebuah pertukaran ilahi. Kita tidak hanya meninggalkan yang buruk; kita meninggalkan yang baik demi yang terbaik. Lepaskan yang mengikat di ‘hati’ dan ‘pikiran’ kita!             Ambil langkah iman!

– Kata “Melepaskan” artinya Menyingkirkan, menanggalkan,meningglkan. Membebaskan (KBBI)

-Tidak ada lagi Bersama kita

– Kata “Melepaskan” ini Verb, yaitu kata Kerja Aktif

– Tindakan aktif dan disengaja. Jadi benar-benar berpaling! Tidak lagi ada di ‘pilihan’

Kehilangan sesuatu untuk memperoleh sesuatu yang lebih besar.

3. Menjadikan Kristus pusat hidup.

Pengenalan akan Kristus Yesus, lebih mulia dari pada semuanya. Inti dari Kedewasaan Rohani: Kristus harus menjadi satu-satunya, fokus tunggal, dan keuntungan terbesar kita. Kedewasaan Rohani  bukan soal berapa banyak yang kita lakukan, melainkan seberapa besar Kristus dalam hidup kita.

Author admin