Kita perlu mengalami kebangunan rohani setiap hari ditengah tekanan dan penderitaan hidup supaya kita tidak tawar hati karena kebangunan rohani itulah yang membuat batin/rohani kita diperbaharui setiap hari sehingga kita bisa menghadapi penderitaan atau masalah tanpa harus tawar hati.

2 Korintus 4:16-18 (TB) 

“(16) Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. (17) Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. (18) Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

Ayat yang kita baca tersebut menekankan bahwa meskipun tubuh fisik (manusia lahiriah) merosot karena penderitaan atau faktor usia, kita orang percaya tidak akan tawar hati karena batin (manusia batiniah) diperbarui setiap hari oleh Allah. Apakah ini bisa? Karena kenyataannya itu banyak orang kristen makin tawar hati bila penderitaannya dan masalahnya makin banyak, padahal pelayanannya tidak pernah mundur.

Alkitab menyatakan Penderitaan kita itu ringan karena tidak pernah melebihi kekuatan kita. Yesus juga menanggung penderitaan bahkan jauh lebih berat dari kita. Ingatlah bahwa penderitaan kita saat ini menghasilkan kemuliaan kekal yang jauh lebih besar, ini menjadikan perspektif/sudut pandang kekekalan itu sebagai kekuatan utama hidup kita.

Ingatlah kita tidak boleh merasa sendirian, trauma dan putus asa yg berakibat jadi tawar hati bila kita mengalami kegagalan, penderitaan dan permasalahan hidup karena sesungguhnya Tuhan Yesus itu selalu bersama-sama dengan kita untuk melalui itu semuanya dan penghiburannya menyembuhkan tawar hati kita dan manusia roh kita turut diperbaharui.

Sekarang kita simak Bahaya Tawar Hati. Tawar hati adalah kondisi di mana semangat hilang, daya juang habis, dan timbul keputusasaan. Alkitab memperingatkan bahwa tawar hati pada masa kesesakan atau penderitaan itu adalah tanda kecilnya kekuatan kita (Amsal 24:10).

Tawar hati adalah tipuan iblis untuk membuat kita kalah sebelum berperang, menyebabkan rasa cemas, depresi, dan kelelahan rohani. Namun, Rasul Paulus memberikan rahasia bagaimana ia bisa bertahan dan tidak menyerah di tengah tekanan pelayanan yang luar biasa. Rahasianya bukan pada fisik yang kuat, melainkan pada kebangunan rohani pribadi yang terjadi setiap hari.

PAHAMI CARA UNTUK TIDAK TAWAR HATI :

1. Manusia Lahiriah Bisa Merosot, Tetapi Batiniah Diperbarui (Ayat 16).

Paulus realistis. Ia mengakui tubuh fisiknya bisa merosot, lelah, sakit, atau menua. Namun, ia tidak fokus pada kemerosotan fisik tersebut.

Kebangunan rohani sejati bukanlah sekadar emosi dalam menghadiri ibadah yang besar, melainkan momen di mana Roh Kudus menjamah dan memperbarui roh kita “dari sehari ke sehari”. Mengapa Tidak Tawar Hati? Karena ada kuasa yang lebih besar bekerja di dalam batin kita daripada penderitaan dan tekanan dari luar.

2. Kebangunan Rohani Selalu Terjadi Melalui “Fajar” Setiap Hari.

Sebagaimana matahari terbit setiap fajar untuk memberikan terang baru, demikian juga kehidupan rohani kita juga butuh “fajar” baru setiap hari. Kebangunan rohani harian terjadi saat kita mengambil waktu bersaat teduh, memakan Kristus sebagai Roti Hidup, dan membiarkan Roh Kudus memimpin pikiran dan perbuatan kita. Kebangunan rohani setiap hari itu membuat kita sadar bahwa penderitaan saat ini hanyalah sementara, sedangkan kemuliaan yang disiapkan Tuhan adalah kekal. Kebangunan rohani setiap hari itulah yang membuat kita berhenti tawar hati.

3. Esensi Kebangunan Rohani itu adalah Kristus Termanifestasikan.

Kebangunan rohani sejati terjadi ketika Kristus yang ada di dalam hati kita tidak lagi tersekat oleh ego dan kedagingan, melainkan terpancar dalam tindakan kita sehari-hari. Ketika kita hidup dipimpin Roh, kita akan menghasilkan buah Roh (kasih, sukacita, damai sejahtera dan seterusnya), yang membawa kekuatan baru di hidup kita. Saat kita sadar Tuhan sedang bekerja memproses kita setiap hari, kita tidak akan tawar hati dalam menghadapi kesesakan. Tuhan Yesus memberikan kekuatan baru setiap hari. Sebab itu, jangan tawar hati!

KESIMPULAN :

Renungan hari ini mendorong kita untuk tetap bersemangat dan bersandar pada kasih karunia Tuhan, karena kesulitan saat ini sedang membentuk karakter kita dan mempersiapkan kebangunan rohani yang jauh lebih besar bagi kita.

Jangan biarkan tawar hati mencuri sukacita kita. Meskipun situasi sulit atau tubuh sakit dan lelah, ingatlah:

1. Roh Kudus sedang memperbarui batin kita saat ini.

2. Ada kebangunan rohani yang Tuhan sediakan setiap pagi.

3. Fokus pada memancarkan Kristus setiap hari.