Perjuangan rohani kita bukan lagi untuk memperebutkan kemerdekaan, melainkan untuk mempertahankan kemerdekaan yang sudah direbut oleh Yesus Kristus di kayu salib. Pilihannya mutlak yaitu tetap merdeka di dalam Kristus, atau kembali terjajah oleh dosa yang berujung pada maut yaitu kematian kekal.
Oleh karena itu Tema kotbah saya di ibadah hari ini adalah MERDEKA ATAOE MATI.
Galatia 5:1 (TB) “Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.”
Saudaraku yang dikasihi Tuhan, Setiap kali kita memperingati Bulan Agustus sebagai Hari Kemerdekaan, ada satu slogan legendaris yang selalu membakar semangat kita, yaitu: “Merdeka atau Mati!”
Slogan tersebut bukan sekadar pemanis kata. Bagi para pahlawan bangsa, ini adalah sebuah harga mati. Slogan ini lahir dari sebuah kesadaran yang sangat radikal bahwa hidup di bawah belenggu penjajahan, hidup tanpa kebebasan, itu sejatinya sama saja dengan kematian. Mereka lebih memilih mati di medan laga demi mencapai kemerdekaan, daripada hidup nyaman tetapi sebagai budak bangsa lain.
Namun bedanya, perjuangan kita hari ini bukan lagi berdarah-darah untuk merebut kemerdekaan, karena kemerdekaan rohani kita sudah direbut dan dibayar lunas oleh Yesus Kristus di atas kayu salib. Perjuangan kita sekarang adalah untuk mempertahankan kemerdekaan itu.
Dalam kita mengikuti dan melayani Tuhan itu slogan Merdeka atau Mati! Artinya, kita memilih untuk berdiri teguh menghidupi kemerdekaan iman yang sudah diberikan, atau kita membiarkan diri kita pelan-pelan diseret kembali oleh dosa, hidup kompromi, dan hidup dalam kedagingan yang pada akhirnya akan mematikan kerohanian kita.
Hari ini, Rasul Paulus meneriakkan pekik yang sama bagi rohani kita melalui Galatia 5:1. Pilihannya mutlak yaitu tetap Hidup sebagai orang merdeka didalam Kristus, atau mati sebagai budak dosa?
Ada 3 Hal penting yang harus kita Lakukan agar tidak kembali “mati” secara rohani :
1. Menyadari Harga dari Kemerdekaan Rohani Kita.
Firman Tuhan berkata: “Kristus telah memerdekakan kita.“
Kita tidak bisa memerdekakan diri sendiri dari belenggu dosa. Kemerdekaan rohani kita dibayar mahal dengan darah Yesus yang mahal, bukan dengan emas atau perak.
Menghargai kemerdekaan rohani kita itu berarti tidak meremehkan pengorbanan Kristus. Bila kita hidup sembarangan dan terus sengaja berbuat dosa sama saja dengan menghina darah Kristus yang sudah membebaskan kita.
2. Memiliki Sikap Teguh dan Tidak Kompromi Terhadap Dosa.
Firman Tuhan berkata: “Karena itu berdirilah teguh…“
Kata “berdirilah teguh” menggunakan istilah militer yang berarti seorang prajurit yang menjaga posisinya dari serangan musuh. Iblis akan selalu mencoba menawarkan kenyamanan dosa lama untuk menjatuhkan kita.
Kita harus tegas menolak godaan. Jangan berkompromi dengan dosa kecil, karena kompromi adalah pintu masuk bagi penjajahan rohani yang baru.
3. Menolak untuk Kembali Menjadi Budak Dosa.
Firman Tuhan berkata: “…dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.“
Ketahuilah “Kuk” itu adalah kayu lengkung yang dipasang di tengkuk lembu/sapi untuk menarik bajak. Hidup di bawah kuk perhambaan dosa membuat kita lelah, tertekan, dan kehilangan sukacita dan damai sejahtera.
Periksa hidup Anda, apa yang saat ini sedang mengikat hidup Anda? Apakah itu kepahitan, kecanduan, kekhawatiran, atau kebiasaan buruk? Lepaskan kuk itu, karena kita adalah orang merdeka, bukan budak dosa lagi.
KESIMPULAN :
Saudaraku yang dikasihi Tuhan, di dalam kita mengikuti dan melayani Tuhan itu Kemerdekaan kita itu bukanlah kebebasan untuk melakukan apa saja sesuka hati kita. Kemerdekaan kita itu adalah kebebasan dari kuasa dosa untuk melakukan apa yang benar di mata Tuhan.
Slogan kita hari ini adalah “Merdeka atau Mati”. Pilihannya ada di tangan kita, Hidup dalam kemerdekaan iman yang dipimpin oleh Roh Kudus, atau kembali kepada dosa lama yang mematikan rohani kita.
Mari berdiri teguh, jaga kemerdekaanmu, dan hiduplah sebagai pemenang! Dalam kita mengikuti dan melayani Tuhan dengan melakukan :
1. Menyadari Harga dari Kemerdekaan Rohani Kita.
2. Memiliki Sikap Teguh dan Tidak Kompromi Terhadap Dosa.
3. Menolak untuk Kembali Menjadi Budak Dosa.